Investasi dalam bentuk logam mulia masih menjadi primadona di Indonesia karena nilainya yang dianggap stabil. Namun, maraknya peredaran emas tiruan membuat masyarakat harus semakin waspada. Sebagai langkah nyata dalam memberikan edukasi, Antam Jakarta menggelar workshop rutin mengenai teknik manual yang bisa dipraktikkan masyarakat awam untuk mendeteksi keaslian emas guna menghindari kerugian finansial akibat tertipu emas tiruan.
Dalam workshop tersebut, narasumber dari Antam menekankan bahwa deteksi awal secara mandiri adalah pertahanan pertama sebelum melakukan pengecekan laboratorium yang lebih mendalam. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan melakukan pengujian visual pada fisik emas. Emas asli biasanya memiliki cap atau penanda kadar karat yang presisi dan konsisten. Jika tulisan pada emas tersebut terlihat kasar atau tidak simetris, maka Anda perlu segera menaruh kecurigaan bahwa emas tersebut mungkin tidak otentik.
Teknik manual lainnya yang dipraktikkan adalah pengujian fisik menggunakan magnet. Emas asli tidak bersifat magnetis. Jika Anda menempelkan magnet yang cukup kuat ke permukaan logam mulia dan logam tersebut tertarik, maka sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah palsu atau hanya berupa logam campuran yang dilapisi emas. Meskipun teknik ini tidak bisa menjamin keaslian secara seratus persen, namun ini adalah cara paling cepat untuk menyaring produk-produk tiruan dengan kualitas rendah yang banyak beredar di pasar gelap.
Antam Jakarta juga memberikan wawasan tentang bagaimana menguji emas dengan metode kepadatan. Emas asli memiliki massa jenis yang sangat tinggi. Anda dapat merendamnya dalam air dan mengamati perubahan volume atau beratnya. Selain itu, emas asli juga memiliki ketahanan terhadap goresan yang unik jika dibandingkan dengan logam biasa. Namun, pihak Antam tetap mengimbau agar masyarakat tidak melakukan penggoresan pada permukaan emas miliknya karena justru akan mengurangi nilai jual atau keindahan produk tersebut.
Dalam sesi diskusi, peserta workshop juga diingatkan untuk selalu membeli emas di gerai resmi dan meminta sertifikat keasliannya. Banyak orang terjebak karena tergiur dengan tawaran harga murah dari penjual yang tidak kredibel. Di Jakarta, kemudahan akses informasi seharusnya membuat masyarakat lebih jeli. Jangan pernah mengabaikan pengecekan fisik serta memastikan bahwa nomor seri pada sertifikat cocok dengan yang tertera pada produk logam mulia yang Anda beli.