Membeli Perhiasan Emas seringkali melibatkan dua pertimbangan: fungsi estetika sebagai pelengkap gaya, dan fungsi finansial sebagai aset yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Tidak semua Perhiasan Emas diciptakan sama; beberapa jenis memiliki potensi investasi yang lebih baik daripada yang lain. Kunci untuk mendapatkan keuntungan ganda—tampil menawan sekaligus menabung—terletak pada pemahaman mendalam tentang kadar emas, desain, dan biaya pembuatannya. Oleh karena itu, bagi banyak orang, memilih Perhiasan Emas adalah keputusan strategis yang memerlukan pengetahuan dan kecermatan.
Memahami Kadar Emas: Kunci Kenaikan Nilai
Faktor terpenting yang menentukan nilai investasi sebuah perhiasan adalah kadarnya, yang diukur dalam karat (K). Kadar emas murni adalah 24 karat (24K), artinya kandungan emasnya 99,99%.
- Emas Investasi (24K): Emas batangan atau koin yang murni hampir selalu menjadi pilihan investasi terbaik karena kemudahannya diperdagangkan dan harganya yang mengikuti harga pasar global. Namun, emas 24K terlalu lunak untuk dijadikan perhiasan yang kompleks dan tahan lama.
- Emas Perhiasan (18K ke Bawah): Kebanyakan perhiasan yang dijual di toko adalah emas 18K (75% emas) atau 14K (58,5% emas). Emas dengan kadar yang lebih rendah dicampur dengan logam lain (seperti tembaga atau perak) untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan.
Saat membeli perhiasan, semakin tinggi kadarnya, semakin besar nilai intrinsik asetnya. Sebagai contoh, di Toko Emas Mulia Abadi di Blok M Mall pada Senin, 5 Mei 2025, harga jual kembali (buyback) emas 24K dihitung dengan potongan 2% dari harga pasar, sementara emas 18K memiliki potongan yang lebih besar, sekitar 5% hingga 7%, karena adanya biaya peleburan dan pemisahan campuran logam.
Perhitungan Biaya dan Desain
Nilai investasi perhiasan sering tergerus oleh biaya pembuatan (ongkos atau upah). Biaya ini dikenakan di awal dan biasanya tidak ikut dihitung saat perhiasan dijual kembali (buyback).
- Hindari Desain Kompleks: Perhiasan dengan ukiran rumit, desain khusus, atau banyak mata berlian kecil (melee diamond) cenderung memiliki ongkos yang sangat tinggi. Perhiasan yang sederhana, seperti kalung rantai polos 24K atau gelang bangle klasik, memiliki biaya pembuatan yang lebih rendah, sehingga nilai jual kembalinya lebih mendekati harga emas murni.
- Perhatikan Batu Permata: Jika perhiasan berhiaskan batu permata, pastikan nilai investasi batu tersebut terpisah. Berlian yang bersertifikat (GIA atau HRD) dapat mempertahankan nilai, tetapi batu permata non-berlian atau berlian kecil tanpa sertifikat seringkali diabaikan dalam perhitungan buyback toko emas.
Bahkan pihak berwenang pun mengakui nilai emas. Sebagai contoh, Kantor Pegadaian Cabang Utama mencatat bahwa perhiasan emas 22K ke atas memiliki nilai taksiran gadai yang lebih tinggi dan stabil dibandingkan perhiasan dengan kadar di bawah 18K.
Penjualan Kembali dan Sertifikasi
Saat menjual kembali, pastikan Anda membawa nota pembelian dan sertifikat keaslian dari toko emas, yang mencantumkan karat, berat bersih, dan tanggal pembelian. Nota ini sangat penting untuk menjamin transparansi harga buyback.
Emas merupakan salah satu aset yang diakui dan diatur ketat. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menetapkan standar untuk perdagangan emas, dan ini secara tidak langsung memengaruhi harga acuan di pasar. Dengan memilih perhiasan dengan kadar tinggi, desain sederhana, dan didukung oleh sertifikat yang jelas, pembeli dapat memastikan bahwa perhiasan yang mereka kenakan tidak hanya menambah keindahan gaya, tetapi juga berfungsi sebagai tabungan yang likuid dan menguntungkan.