Sebuah penemuan mumi berharga dalam jumlah yang signifikan kembali menghebohkan dunia arkeologi di Mesir. Tim arkeolog yang melakukan penggalian di sebuah situs pemakaman kuno di wilayah Al-Giza berhasil menemukan tidak kurang dari 13 mumi berharga yang diidentifikasi memiliki lidah dan kuku yang terbuat dari emas. Penemuan spektakuler yang diumumkan pada hari Selasa, 13 Mei 2025, ini memberikan indikasi kuat tentang status sosial dan kepercayaan spiritual individu yang dimakamkan pada periode tersebut.
Ekskavasi intensif yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir di bawah pengawasan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Ke-13 mumi berharga ini ditemukan di dalam beberapa sarkofagus batu dan peti mati kayu yang terawat cukup baik. Lokasi pasti penemuan dirahasiakan oleh pihak berwenang untuk mencegah tindakan penjarahan, namun informasi awal menyebutkan bahwa situs tersebut diperkirakan berasal dari periode antara dinasti ke-26 hingga periode Ptolemaik. Pengamanan ketat di lokasi penemuan dilakukan oleh aparat kepolisian setempat di bawah komando Kolonel Ahmed Mansour.
Keunikan utama dari mumi berharga ini adalah adanya artefak emas berupa lidah dan kuku yang terpasang pada jenazah. Para ahli menduga bahwa lidah emas memiliki fungsi ritualistik, kemungkinan untuk memastikan almarhum dapat berbicara di alam baka atau berkomunikasi dengan dewa-dewi. Sementara itu, kuku emas kemungkinan melambangkan status sosial yang tinggi atau keyakinan tertentu terkait dengan keabadian. Jumlah mumi berharga dengan artefak emas yang ditemukan dalam satu lokasi ini tergolong langka dan sangat berharga bagi penelitian lebih lanjut.
Tim arkeolog yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, termasuk ahli antropologi, ahli epigrafi, dan konservator, saat ini sedang melakukan analisis mendalam terhadap ke-13 mumi berharga tersebut. Mereka berharap dapat mengungkap identitas individu yang dimakamkan, hubungan kekerabatan di antara mereka, serta detail spesifik mengenai praktik pemakaman dan kepercayaan yang berlaku pada masa itu di wilayah Al-Giza. Proses konservasi artefak emas juga menjadi prioritas utama untuk memastikan kelestariannya bagi generasi mendatang. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya pemahaman kita tentang peradaban Mesir kuno.